SINDO DOMPU - SMK Negeri 2 Manggelewa terus melakukan pembenahan dan pengembangan program pendidikan untuk meningkatkan keterampilan serta kesiapan siswa memasuki dunia kerja. Upaya tersebut mencakup pembenahan sarana dan prasarana, penguatan karakter siswa, hingga peningkatan keterampilan melalui kegiatan praktik dan pengalaman langsung di dunia kerja.
Kepala SMKN 2 Manggelewa, Akmaluddin, S.Ag., M.Pd., mengatakan peningkatan kompetensi siswa menjadi salah satu fokus utama sekolah. Menurutnya, siswa SMK tidak hanya dituntut menguasai teori, tetapi juga harus memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja setelah menyelesaikan pendidikan.
"Selama memimpin SMKN 2 Manggelewa, pembenahan terkait sarana dan prasarana serta karakter siswa terus kami tingkatkan. Karena setelah tamat, mereka harus siap bekerja. Kami terus meningkatkan skill mereka, sebab pekerjaan membutuhkan keterampilan yang dibangun melalui pembiasaan," ujar Akmaluddin saat ditemui media di ruang kerjanya, Rabu (2/9/2026).
Salah satu program yang terus dikembangkan adalah Praktik Kerja Lapangan (PKL). Pada tahun ajaran ini, SMKN 2 Manggelewa mulai memperluas pengalaman PKL siswa, khususnya bagi peserta didik dari jurusan Maritim/Penangkapan Ikan.
Sebanyak lima siswa dari jurusan tersebut dikirim ke Pulau Jawa untuk mengikuti kegiatan kerja sekaligus pembelajaran langsung di kapal-kapal penangkap ikan. Selama menjalani program tersebut, para siswa tidak hanya memperoleh pengalaman kerja, tetapi juga mendapatkan penghasilan setiap bulan.
Akmaluddin menyebut program tersebut menjadi salah satu langkah penting sekolah dalam memberikan pengalaman nyata kepada siswa sebelum mereka benar-benar terjun ke dunia kerja. Para siswa dijadwalkan menjalani kegiatan tersebut selama enam bulan.
"Untuk tahun ini, siswa kami yang mengikuti PKL mengalami kemajuan. Khusus jurusan Maritim, Penangkapan Ikan, kami mencoba mengirim lima siswa ke Jawa. Mereka akan bekerja sambil belajar di kapal-kapal penangkap ikan dan mendapatkan gaji setiap bulan. Mereka menjalani kegiatan tersebut selama enam bulan," jelasnya.
Menurut Akmaluddin, pengiriman lima siswa ke luar daerah tersebut menjadi langkah baru bagi SMKN 2 Manggelewa. Bahkan, untuk program PKL bidang tersebut, sekolah menjadi salah satu yang pertama di Kabupaten Dompu yang mengirim siswa untuk mendapatkan pengalaman kerja di luar daerah.
Sebelum diberangkatkan, kelima siswa tersebut terlebih dahulu mengikuti pelatihan sebagai bagian dari persiapan kerja. Mereka diarahkan untuk mendapatkan sertifikat buku laut dan sertifikat keselamatan atau keamanan laut sebagai dokumen pendukung untuk bekerja di sektor kemaritiman.
Selain itu, pihak sekolah juga menyiapkan tempat tinggal bagi siswa selama mengikuti program di luar daerah. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan siswa mendapatkan pendampingan dan tempat tinggal yang layak selama menjalani PKL.
"Kami bersama guru-guru di sini akan terus meningkatkan kemampuan siswa-siswi. Kami ingin mereka memiliki keterampilan dan pengalaman yang dapat menjadi bekal ketika menyelesaikan pendidikan," kata Akmaluddin.
Di sisi lain, Akmaluddin menyampaikan bahwa jumlah peserta didik baru SMKN 2 Manggelewa pada tahun ajaran 2026/2027 mengalami peningkatan. Kondisi tersebut menjadi indikator positif bagi sekolah dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pendidikan vokasi.
Untuk menarik minat calon peserta didik, sekolah mengembangkan berbagai kegiatan ekstrakurikuler dan program keterampilan. Beberapa di antaranya meliputi pengelasan, Pramuka, serta berbagai kegiatan pengembangan minat dan bakat siswa.
Selain keterampilan kejuruan, SMKN 2 Manggelewa juga berupaya memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan di bidang olahraga. Sekolah memiliki sejumlah fasilitas olahraga yang dapat dimanfaatkan siswa, seperti sepak takraw, bola voli, futsal, dan bulu tangkis.
Akmaluddin menuturkan, fasilitas olahraga tersebut menjadi salah satu bagian dari upaya sekolah menciptakan lingkungan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik dan keterampilan kerja, tetapi juga pengembangan karakter, kedisiplinan, kerja sama, dan bakat siswa.
"Kami mencoba berbagai cara agar anak-anak tertarik masuk ke SMKN 2 Manggelewa. Salah satunya melalui pengembangan ekstrakurikuler. Kami juga memberikan pemahaman kepada masyarakat dan siswa bahwa sekolah memiliki berbagai fasilitas olahraga, seperti takraw, voli, futsal dan bulu tangkis," ujarnya.
Ia menambahkan, SMKN 2 Manggelewa memiliki fasilitas olahraga bulu tangkis yang menjadi salah satu keunggulan sekolah. Bahkan, lapangan bulu tangkis tersebut disebut sebagai fasilitas yang hingga kini hanya dimiliki SMKN 2 Manggelewa di Kabupaten Dompu.
Ke depan, pihak sekolah berkomitmen untuk terus melakukan pembenahan, baik dari sisi sarana dan prasarana, peningkatan kompetensi guru, penguatan karakter, maupun pengembangan keterampilan siswa. Langkah tersebut diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga kompetensi dan pengalaman yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
Dengan penguatan program PKL, pengembangan kegiatan ekstrakurikuler serta peningkatan fasilitas sekolah, SMKN 2 Manggelewa berupaya menjadikan pendidikan vokasi sebagai salah satu jalur yang mampu mempersiapkan generasi muda Kabupaten Dompu agar lebih siap menghadapi dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya. (BEDO)


0 Komentar