Hot Posts

6/recent/ticker-posts

Gubernur NTB Lepas 80 Anggota Kafilah Menuju MTQ Nasional 2026 di Semarang

SINDO MATARAM - Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal melepas Kafilah NTB yang akan mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Kota Semarang, Jawa Tengah.

Pelepasan kafilah berlangsung di Pendopo Gubernur NTB, Rabu (9/9/2026). Rombongan dijadwalkan berangkat menuju Semarang pada Jumat (11/9/2026) untuk mengikuti rangkaian MTQ Nasional yang berlangsung pada 11–20 September 2026.

Ketua Panitia/Training Center Kafilah NTB, Abdul Aziz Fahmi, mengatakan NTB akan mengikuti seluruh cabang dan golongan yang diperlombakan pada MTQ Nasional 2026. Kontingen NTB dijadwalkan ambil bagian dalam 8 cabang dan 24 golongan.

Secara keseluruhan, Kafilah NTB terdiri atas 56 peserta, dua pendamping peserta disabilitas netra, 10 pelatih, dan 12 official. Dengan komposisi tersebut, total rombongan NTB yang berangkat ke Semarang mencapai 80 orang.

Selain mengirimkan peserta, NTB juga mendapat kepercayaan untuk menempatkan tiga orang asal NTB sebagai Dewan Hakim MTQ Nasional yang ditetapkan oleh Kementerian Agama.

Sebelum keberangkatan, para peserta telah menjalani pemusatan latihan selama lebih dari satu bulan. Pembinaan dilakukan secara tatap muka maupun daring sebagai bagian dari persiapan menghadapi kompetisi tingkat nasional.

Dalam pelepasan tersebut, Gubernur NTB meminta seluruh peserta meluruskan niat dalam mengikuti MTQ Nasional. Ia menekankan bahwa keikutsertaan dalam ajang tersebut tidak semata-mata ditujukan untuk mengejar juara, bonus, maupun penghargaan.

“InsyaAllah, saya minta kepada ananda sekalian untuk meluruskan niat. Niat kita bukan untuk mencari bonus, penghargaan, atau juara. Niat kita adalah syiar, untuk mengangkat kalimat Allah,” ujar Lalu Muhamad Iqbal.

Menurutnya, apabila terdapat peserta NTB yang berhasil meraih juara, prestasi tersebut harus dipandang sebagai bonus sekaligus bentuk apresiasi atas proses latihan dan perjuangan yang telah dilakukan.

Ia juga meminta para peserta menjadikan MTQ Nasional sebagai ruang untuk menambah pengalaman dan pengetahuan dengan belajar dari qari, qariah, hafiz, dan hafizah terbaik dari berbagai daerah di Indonesia.

“Kalau nanti ada yang juara, itu bonus, bentuk apresiasi dari perjuangan dan latihan. Niatkan untuk syiar dan belajar,” katanya.

Khusus kepada qari dan qariah senior, Gubernur berpesan agar memberikan penampilan terbaik sekaligus menjaga nama baik dan kehormatan Provinsi NTB selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

“Lakukan yang terbaik. Jaga kehormatan NTB. Kita ingin menunjukkan bahwa kajian dan pengembangan Al-Qur’an masih hidup di NTB,” tegasnya.

Gubernur juga menilai keikutsertaan NTB dalam seluruh cabang dan golongan MTQ Nasional menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mempertahankan pembinaan dan pengembangan generasi Qur’ani.

Di sisi lain, ia mengapresiasi pembinaan yang telah dilakukan Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) NTB bersama tim pelatih. Menurutnya, pemusatan latihan selama lebih dari satu bulan menjadi bagian penting dalam mempersiapkan peserta menghadapi kompetisi nasional.

Namun, ia berharap durasi dan intensitas pembinaan dapat ditingkatkan pada masa mendatang. Keterbatasan fiskal daerah disebut menjadi salah satu tantangan dalam pelaksanaan program pembinaan.

“Anak-anak kita sudah bisa mengalami pemusatan pelatihan dalam waktu yang cukup panjang. Harapan kita tentu lebih panjang dan lebih intens dari ini. Tetapi karena fiskal kita sangat kecil, alhamdulillah kita masih bisa hadir,” ungkapnya.

Lalu Muhamad Iqbal menegaskan bahwa proses pembinaan tidak boleh berhenti setelah MTQ Nasional 2026 berakhir. Hasil keikutsertaan di Semarang, kata dia, harus menjadi bahan evaluasi sekaligus pijakan untuk mempersiapkan kader menghadapi MTQ berikutnya.

“Sepulang dari MTQ, latihan tidak selesai. Pulangnya kita langsung siapkan MTQ yang akan datang. Kaderisasi harus berjalan dengan baik,” pesannya.

Ia juga mengingatkan seluruh peserta untuk menjaga kondisi kesehatan dan mempersiapkan diri secara maksimal, baik dari aspek fisik, hafalan maupun penampilan.

“Jaga betul kesehatan. Maksimal secara fisik, maksimal hafalannya, dan maksimal penampilannya. InsyaAllah,” kata dia.

Kafilah NTB dijadwalkan berangkat ke Kota Semarang pada 11 September 2026. Pembukaan MTQ Nasional dijadwalkan berlangsung pada 12 September 2026 dan diharapkan dibuka oleh Presiden Republik Indonesia.

Keikutsertaan NTB dalam MTQ Nasional 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembinaan, evaluasi, dan kaderisasi generasi Qur’ani. Pemerintah Provinsi NTB menargetkan para peserta dapat memberikan penampilan terbaik sekaligus membawa nama baik daerah selama berada di Semarang. (Tim)

Posting Komentar

0 Komentar